Jumat, 08 Januari 2010

Mendeteksi virus

Manusia jika merasa sudah sakit, ada yang kurang enak dirasa dibadan, biasanya melakukan cek kesehatan pada pak dokter/bu dokter. Sama halnya pada komputer/notebook, jika Anda sebagai pengguna komputer/notebook tersebut merasa ada yang lain dari biasanya, : biasa proses kerjanya tidak selambat inilah, biasanya tak ada muncul pesan-pesan seperti ini (pesan error), biasanya aku simpan data disini ada..kok sekarang udah tidak ada, dan biasa-biasa lainnya yang mungkin Anda rasakan, dan hanya Anda yang bisa merasakan perubahan itu, karna Anda yang biasa menggunakan komputer/notebook tersebut..

Jika Anda sudah merasakan hal yang tidak biasa Anda rasakan, tidak ada salahnya Anda sedikit berburuk sangkalah (suudzon) pada virus, karna belum tentu juga virus penyebabnya, agar 'suudzon' Anda mendapatkan kepastian, mari kita cek komputer/notebook kita masing-masing dengan cara sebagai berikut :

1. Pada layar Desktop, klik 2x icon My Computer, atau klik menu Start lalu pilih My Computer.

2. Pada barisan menu bagian atas, klik Tools (no.1) lalu perhatikan, apakah ada pilihan Folder Options...(no.2) (lihat gambar disamping)

Jika Anda TIDAK menemukan pilihan Folder Options.., yang ada hanya 3 pilihan saja yaitu..Map..Disconnect...dan Synchronize. Maka

Stop sampai disini, pengecekan Anda..Karena hasilnya sudah POSITIF BERVIRUS.Segera Hubungi Halo Teknisi untuk mendapatkan solusinya..


3. Tapi, jika Anda menemukan ada pilihan Folder Options, jangan gembira dulu, belum tentu bebas virus. Klik pilihan Folder Options.. tersebut, maka akan muncul windows Folder Option seperti pada gambar disamping..Lakukan 5 langkah berikut ini :

1. Klik Tab View (no.1).
2. Klik pada bulatan kecil pilihan Show hidden files and folders (no.2)
3. Klik pada kotak kecil Hide extensions for known file types, untuk menghilangkan tanda checklist (no.3)
4. Klik pada kotak kecil Hide protected operating system files (Recommended)..untuk menghilangkan tanda checklist (no.4)
5. Klik tombol Apply lalu tombol OK (no.5)



4. Kembali pada windows My Computer (lakukan langkah 1), klik 2x pada Hard Disk Drive C, (lihat gambar tahap 2 diatas) System (C:) (no.3)). Perhatikan pada windows drive System (C:) apakah Anda bisa melihat beberapa file yang kabur dalam penampakannya seperti file CONFIG.SYS (1)..NTDETECT.COM (2)...AUTOEXEC.BAT (3) boot.ini (4)..MSDOS.SYS (5) (klik gambar dibawah ini untuk melihat ukuran lebih besar), Jika Anda TIDAK melihat ke 5 file tersebut, pada Hard Disk Drive C komputer/notebook Anda, maka Stop sampai disini, pengecekan Anda..Karena hasilnya sudah POSITIF BERVIRUS. Segera Hubungi Halo Teknisi untuk mendapatkan solusinya..



5. Jika Anda bisa melihat ke 5 file tersebut, maka selanjutnya..Klik 2x file boot.ini (no.4).

Akan tampil windows boot.ini Notepad..Jika TIDAK ADA tulisan
" [boot loader] timeout=3" dan seterusnya seperti gambar disamping, atau KOSONG/TANPA TULISAN sama sekali..Stop sampai disini, pengecekan Anda..Karena hasilnya sudah POSITIF BERVIRUS.

Itulah beberapa tahap dari 1 cara mengecek apakah komputer/notebook yang kita pakai sudah terinfeksi virus atau belum..Selamat mencoba

Menginstal XP tanpa aktifasi

Anda punya Windows Xp yang Original, jangan coba menginstal ulangnya kembali jika tidak memiliki kode aktivasi windowsnya, karna windows akan bisa dipake dalam 30 hari saja. Setelah itu akan terkunci dan tidak bisa logon. Apa sebab ?
Windows Xp telah ditambahkan Windows Product Activation atau WPA. Program ini akan memaksa penggunanya untuk melakukan aktivasi Windows ke situs Microsoft dalam waktu 30 hari. Jika dalam waktu yang telah ditentukan Anda sebagai pengguna belum juga melakukan aktivasi, Windows Anda akan terkunci dan baru dapat digunakan kembali setelah Anda mengaktifkannya menggunakan kode aktivasi.
Untuk apa aktivasi software? Ide pembuatan aktivasi ini adalah untuk mengurangi pembajakan software. Dengan adanya aktivasi, pengembang software dapat memastikan bahwa produk yang digunakan user sesuai dengan lisensi yang dibelinya. Misalkan seorang pengguna memiliki lisensi Windows XP untuk satu user, pengguna tersebut kemudian mengaktifkan Windows-nya. Jika ia memiliki komputer lain dan ingin menginstal Windows yang sama tanpa membeli lisensi tambahan, maka Windows pada komputer yang kedua tidak akan bisa digunakan lebih dari 30 hari. Penyebabnya, Windows tidak dapat diaktivasi karena masalah lisensi.
Meskipun penerapan Product Activation ini dijadikan solusi bagi para pengembang program, namun cara ini bisa menjadi batu sandungan bagi pemilik lisensi resmi. Mengapa? Karena, jika pemilik komputer tersebut melakukan instal ulang sistem operasi setelah melakukan aktivasi, ia tidak dapat lagi mengaktifkan Windows untuk keduakalinya. Tapi, jangan marah dan kecewa dulu dengan masalah tersebut.

Halo Teknisi punya solusinya! Ikuti langkah berikut sebelum Anda menginstal ulang Windows.

1. Klik [Start]-[All Programs]-[Accessories]-[Windows Explorer].
2. Buatlah sebuah folder baru, misalnya dengan nama backup pada drive D atau pada flash disk Anda.
3. Masuklah ke folder C:\WINDOWS\system32\. Jika Anda menginstal Windows pada drive lain, Anda dapat menyesuaikannya dengan drive yang Anda gunakan. Pada bagian kanan window akan muncul sebuah informasi yang menyatakan bahwa file yang ada pada folder tersebut pada kondisi hidden. Klik hyperlink [Show the contents of this folder] untuk menampilkan isi dari folder system32.
4. Setelah folder system32 terbuka, carilah file bernama wpa.dbl.
5. Copy file wpa.dbl tersebut ke folder yang sebelumnya telah Anda buat (D:\backup) atau pada flash disk Anda.

Jika Anda telah melakukan langkah-langkah di atas, sekaranglah saatnya Anda menginstal ulang Windows XP. Anda dapat memformat harddisk dan melakukan “Fresh Install” dengan aman. Setelah Windows baru terinstal di komputer Anda:

1. Restart komputer dan tekan tombol [F8] pada keyboard sesaat sebelum komputer masuk ke sistem operasi Windows untuk yang pertama kalinya setelah Windows Xp di instal.
2. Pilih [Safe Mode] untuk masuk ke mode “aman”.
3. Pada Safe mode, jalankan kembali Windows Explorer.
4. Masuklah ke folder di mana Anda menyimpan file backup wpa.dbl, kemudian copy-kan kembali file tersebut ke folder C:\WINDOWS\system32\.
5. Ketika file wpa.dbl Anda paste, akan muncul informasi bahwa file tersebut telah tersedia pada folder system32. Klik [Yes] untuk melakukan overwrite.
6. Langkah terakhir, restart Windows dan lihat, Windows XP tidak lagi meminta aktivasi!

NB: Pastikan hardware yang Anda gunakan tidak ada yang berubah sebelum dan sesudah Anda menginstal ulang Windows. Jika Anda mengubah hardware pada instalasi Windows yang baru, Anda tidak bisa menggunakan trik ini.

* Sumber Tabloid PC Plus Edisi 190 Agustus 2004

Rabu, 30 Desember 2009

koneksi HP CDMA ke PC

Teknologi internet tidak saja merambah pada kecepatan, tetapi mulai di sajikan pada teknologi handphone. Pada artikel kali ini dibahas sedikit mengenai kecepatan koneksi dengan CDMA dan kemudahan menginstall handphone menjadi sebuah modem PC.

Koneksi CDMA pada saat ini dapat mencapai 230Kbps untuk koneksi dan kecepatan download 15KB/s (153Kbps). Untuk perbandingan, kecepatan CDMA telah mencapai 3X sistem koneksi dial-up dan sudah separuh dari sistem koneksi cable modem. Memang belum cepat, tetapi cukup lumayan bila anda memiliki area yang tidak terjangkau oleh cable modem atau ADSL modem. Solusi ini setidaknya dapat menyajikan sebuah koneksi internet dimana saja dan kapan saja yang cukup mengunakan handphone untuk dijadikan sebuah modem bersama sebuah PC.

Tahapan untuk menginstall dengan Handphone CDMA :

1. Persiapan untuk membuat Com Port, komunikasi modem dilakukan melalui Com Port dan digunakan cable data untuk difungsikan sebagai Com Port. Caranya dengan merubah fungsi dari USB Cable data menjadi sebuah COM pada PC
2. Mengenal Handphone sebagai Modem. Setting driver dari install driver setelah dibukanya Com Port maka software WinXP dapat mengenal Handphone sebagai Modem
3. Proses untuk koneksi Network pada Windows XP, setelah COM port dan Modem selesai di Install, proses terakhir adalah memasukan fungsi koneksi dari Modem sebagai koneksi ke Internet.

Perlengkapan untuk koneksi Internet dengan Handphone CDMA

Untuk perlengkapan, pada percobaan ini digunakan:

* Prolific GW-DKU-001- Compatible Cable data DKU5 Nokia
* Nokia CDMA 6585
* Starone CDMA Prepaid

Untuk perlengkapan PC:

* Pentium P4 2.4C @ 3.3Ghz
* Corsair memory 1GB TwinX PC320
* Asus P4C800-D
* Gigabyte Radeon 9800 Pro
* Seagate 120GB SATA Harddisk
* USB port internet ICH5
* Flatron L1710B LCD monitor
* Zalman ZM-400B APS



Fungsi Cable data selain menjadi simulasi Com Port, juga difungsikan sebagai fungsi tranfer data dari handphone ke PC. Sedangkan modem difungsikan sebagai modem pada koneksi internet dari PC. Pada gambar dibawah ini adalah cara pemasangan Cable Data pada bagian bawah handphone dan dihubungkan pada USB port.



Tahap pertama : menginstalll COM port dari Prolific data cable

Seperti pada PC, bila sebuah perangkat modem akan melalui port atau USB port. Untuk sistem CDMA melalui cable data juga perlu diaktifkan Com port yang ditanamkan pada USB Cable Data.

Tahap awal dibawah ini adalah cara menginstall driver USB yang disimulasikan sebagai Com port untuk menghubungkan koneksi PC ke Handphone.

Kami mengunakan Cable Data Prolific , lebih mudah menginstall dibandingkan original Cable Data dari DKU-5 yang memerlukan driver ukuranbesar. Anda cukup memasangkan Cable Data Prolific dan Windows akan meminta driver USB port untuk mengenal Cable Data Prolific.

Setelah memasukan CD dan menginstall, maka akan tampil Com port baru pada Device manager. Artinya installasi dari driver Com port Prolific sudah aktif dan siap digunakan untuk menghubungkan handphone ke USB port.



Pada tahap ini anda telah selesai membuat Com port baru melalui Cable Data yang nantinya Com Port akan digunakan sebagai penghubung dari Handphone sebagai modem dan Com port untuk koneksi antara PC dan Modem / Handphone. Cable data merubah fungsi USB port menjadi Com Port pada sistem operasi

Tahap kedua : Menginstall Modem untuk Handphone melalui Cable Data

Selanjutnya memberikan pengenalan untuk pemakaian Com port bagi modem, click Phone and modem pada control panel

Masuk ke bagian modem. terdapat sebuah modem dengan chip-set untuk dial-up dan tidak ada hubunganya dengan artikel ini. Untuk penambahan modem yang difungsikan pada Handphone, anda cukup memilih ADD dan jangan lupa click untuk Don't Detect My modem. Karena modem harus di install driver secara manual

Masuk kebagian pencarian nama modem, click bagian Have Disk untuk menginstall driver modem baru pada Handphone

Selanjutnya masukan driver handphone anda, sistem driver ini tidak standard. Dan anda dapat mendownload driver dari masing masing produk handphone yang anda gunakan

Bila anda mengunakan Nokia, maka akan ditampilkan 3 pilihan. Untuk koneksi Internet anda cukup mengclick bagian 3G sebagai driver modem CDMA anda

Selanjutnya memberikan port untuk modem anda yang telah di Install, pada gambar dibawah ini memperlihatkan pilihan Port 6 untuk Prolific cable data yang akan dikenal oleh System operasi Windows untuk mengaktifkan Com 6 bagi modem Handphone

Selesai proses ini anda telah memiliki 2 modem, pertama modem dial up dari Lucent dan kedua modem Nokia melalui Handphone dan Com port dari koneksi Cable Data

Pada tahap ini anda telah selesai menginstall Com port dari sistem operasi Windows dan mengenal modem anda untuk digunakan sebagai koneksi ke handphone.

Tahap ketiga : Menginstal koneksi Internet untuk Window untuk CDMA modem

Seperti anda mengunakan modem dial up atau ethernet broadband, masing masing hubungan network juga diperlukan jenis koneksi dan jenis yang anda butuhkan

Untuk koneksi ke Internet, cukup mengunakan Wizard dari Windows XP. Anda masuk kebagian Control Panel dan click Network Connection

Anda cukup mengclick bagian Create New Connection pada sub menu Network Connection

Selanjutnya akan muncul Wizard Connection, dan click Next

Pilih koneksi langsung ke Internet

Dan masukan setup untuk koneksi manual

Pilih dial-up, karena mengunakan sistem Handphone seperti telepon dan anda perlu melakukan dial nomor manual untuk koneksi melalui handphone CDMA

Pilih modem yang telah anda install seperti gambar dibawah ini untuk hubungan internet melalui Handphone CDMA

Masukan nama koneksi, misalnya Starone CDMA seperti pada gambar dibawah ini

Masukan nomor untuk hubungan internet ke Provider, untuk Starone mengunakan nomor 777

Proses hampir berakhir, masukan nama login dari Provider, pada Starone diminta untuk nama login : starone dan password : indosat. Masing masing login dan password berbeda pada setiap provider

Selesai pada tahap untuk membuat icon modem pada Dekstop Windows dan modem handphone anda siap dihubungkan ke internet provider

Untuk melalukan koneksi anda cukup mengclick koneksi yang telah anda buat seperti mengunakan koneksi dial-up

Bila setting seluruhnya benar, maka koneksi anda akan terhubung langsung ke provider CDMA.


Tahap keempat : Informasi kecepatan koneksi dengan teknologi CDMA

Untuk kecepatan , koneksi internet melalui CDMA akan mencapai 230Kbps atau sekitar lebih dari 15KB/s. Dan kecepatan ini setara dengan kecepatan 3X dari koneksi dial up atau hampir sepertiga kecepatan koneksi cable modem. Pada gambar bawah capture ketika handphone sedang dihubungkan ke provider. Pada test melalukan download, kecepatan mencapai 12-15KB/s lebih, tentunya kecepatan ini tergantung dimana anda membuka sebuah website dan lokasi server. Kelemahan pada internet melalui handphone CDMA masih memiliki kelemahan, dimana kecepatan upload lebih kecil dibandingkan kecepatan download

Untuk ping delay, koneksi sistem CDMA yang diuji cukup cepat dan tidak banyak berbeda dengan koneksi melalui Dial-up telepon biasa.

memperbaiki flash disk dengan cd linux

Format flashdisk melalui Linux/LiveCD Linux
(original page: http://linux.or.id/node/2835/)

Langkah yang harus dilakukan:

1. Booting komputer menggunakan LiveCD Linux, misal Slax KillBill, Knoppix atau distro lainnya,
2. Setelah login ke sistem, masukkan flashdisk yang bermasalah tadi ke salah satu port USB. Demi keamanan data, pastikan hanya flashdisk yang bermasalah saja yang terpasang,
3. Pastikan flashdisk anda terdeteksi, atau setidaknya indikator led nyala,
4. Masuk ke console
5. Pada console jalankan cfdisk /dev/sda1 (sesuaikan dengan flashdisk ke berapa yang terpasang),
6. Delete atau hapus partisi pada flashdisk,
7. Buat partisi baru dengan memilih Create New | Write,
8. Simpan perubahan yang baru saja anda lakukan,
9. Format flashdisk dengan cara mengetikan perintah mkfs.vfat-f32 /dev/sda1 di console.
10. Flashdisk anda telah memiliki partisi baru, sehingga bisa digunakan kembali baik di Linux maupun di Windows.

memperbaiki flash disk

Format flashdisk Menggunakan USB Disk Storage Format Tool

Di samping cara di atas, anda juga bisa menggunakan tools yang dikeluarkan oleh pihak ketiga. Salah satunya adalah Hewlet Packard (HP). Walaupun tools ini dikeluarkan oleh HP, namun utilisasinya juga bisa digunakan pada flashdisk merek lain.

Berikut langkah-langkah memperbaiki flashdisk yang tidak bisa di format menggunakan HP USB Disk Storage Format Tool:

1. Download aplikasi HP USB Disk Storage Format Tool di sini,
2. Install aplikasi tersebut, rekomendasi OS yang digunakan adalah Microsoft Windows 2000, Windows 2003 Server dan Novel Netware,
3. Masukkan flashdisk yang bermasalah ke salah satu port USB. Pastikan flashdisk anda terdeteksi dan memperoleh alokasi drive di Windows,
4. Jalankan aplikasi HP USB Disk Storage Format Tool
5. Tentukan drive tempat flashdisk terpasang,
6. Pilih Create New or Replace Existing Configuration untuk membuat partisi baru baru dan menghapus konfigurasi yang ada di flashdisk,
7. Format flashdisk anda sesuai dengan file sistem yang diinginkan.

Selamat mencoba, mudah-mudahan bermanfaat.

Rabu, 25 November 2009